Persyaratan Administrasi Pernikahan [Kristen]


KANTOR CATATAN SIPIL

Persyaratan agama :
- Surat permohonan/formulir pemberkatan nikah yang diurus di sekretariat Gereja masing-     masing (min. 3 bulan sebelumnya).
- Berkas asli dan fotokopi Surat Baptis.
- Berkas asli dan fotokopi Surat Sidi.
- Mengikuti konseling pra nikah (lama waktu ditentukan oleh Gereja, dimana pernikahan akan diberkati).
Persyaratan umum negara :
- Sertifikat pemberkatan dari Gereja tempat pemberkatan nikah diadakan.
- Kartu Anggota Jemaat (KAJ) Gereja.
- Surat keterangan belum menikah dari RT/RW masing-masing.
- Surat keterangan bentuk N1, N2, N3 (tidak wajib), N4 dari kantor kelurahan setempat.
- Surat keterangan N7 dari kantor kelurahan, bagi capeng yang hendak menikah di luar kota.
- Berkas asli dan fotokopi KTP.
- Berkas asli dan fotokopi KK.
- Berkas asli dan fotokopi Akta Kelahiran.
- Akta pernikahan orang tua.
- Akta kematian apabila orang tua sudah meninggal.
- Surat izin menikah dari ortu bagi capeng yang berusia dibawah 21 tahun.
- Izin komandan bagi capeng yang anggota TNI/Polri.
- Akta cerai atau kematian bagi yang pernah menikah (N6).
- Dispensasi nikah dari kantor kecamatan, jika pernikahan baru didaftarkan < 10 hari kerja sebelum hari H.
- Foto berdampingan ukuran 4x6, posisi pria disebelah kanan wanita (10 lembar).

Bagi Pasangan Pernikahan Campuran (Syarat administrasi yang harus dilengkapi WNA) :
- Berkas asli dan fotokopi paspor calon mempelai dan ortunya.
- Berkas asli dan fotokopi Akta Kelahiran.
- Berkas asli dan fotokopi Surat Baptis.
- Surat tanda lapor diri dari kepolisian tempat wilayah WNA tinggal di Indonesia.
- Surat keterangan model K-2 dari Dinas Kependudukan.
- Surat izin menikah dari kedutaan, yang isinya tidak ada halangan untuk menikah bagi WNA, yang diterjemahkan oleh penerjermah tersumpah.
- Surat Keterangan Keimigrasian (SKK) dari Imigrasi.
- Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKKT) bagi penduduk sementara.
- Apabila sudah cerai, bukti surat asli diserahkan ke Kantor Catatan Sipil.


Keterangan :
N1 : Surat Keterangan untuk Nikah
N2 : Surat Keterangan Asal Usul
N3 : Surat Persetujuan Mempelai (tidak wajib)
N4 : Surat Keterangan tentang Orang Tua
N6 : Surat Keterangan Kematian, bagi capeng yang berstatus janda/duda karena ditinggal (meninggal) oleh pasangannya terdahulu
N7 : Surat Pemberitahuan Hendak Nikah, bagi yang akan menikah diluar kota

*Fotokopi disiapkan min. 2 lembar.



PEMERIKSAAN
KESEHATAN PRA NIKAH
Pemeriksaan kesehatan Pra nikah  merupakan salah satu prosedur menjelang pernikahan yang sangat dianjurkan oleh pakar kesehatan. Jika tidak waspada, ada banyak resiko yang akan menghadang Anda dalam menjalani pernikahan. Jadi, hindari resiko sedini mungkin, periksakan kesehatan Anda dan pasangan ke dokter atau Rumah Sakit terdekat, yang menyediakan paket medical tes khusus untuk calon pengantin. Tentunya memeriksakan diri bukan sekedar kewajiban saja, tetapi tentu mempunyai manfaat yang sangat penting.

Pemeriksaannya meliputi :

1. Biasanya pemeriksaan pranikah meliputi pemeriksaan hematologi rutin dan analisa hemoglobin untuk mengetahui adanya kelainan atau penyakit darah.

2. Gambaran Darah Tepi, untuk mengetahui kelainan penyakit darah, seperti Thalasemia trait.

3. Laju Endap Darah (LED), untuk mengetahui proses inflamasi (peradangan).

4. Golongan darah dan Rhesus faktor, untuk mengetahui kemungkinan golongan darah calon bayi.

5. Pemeriksaan urinalisis lengkap; untuk memantau fungsi ginjal dan penyakit lain yang berhubungan dengan ginjal atau saluran kemih, pemeriksaan golongan darah dan rhesus yang akan berguna bagi calon janin.

6. Pemeriksaan gula darah untuk memantau kemungkinan diabetes melitus.

7. Pemeriksaan HbsAG untuk mengetahui kemungkinan peradangan hati (Hepatitis B).

8. Pemeriksaan VDLR/ RPR untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit sifilis.

9. Pemeriksaan TORCH untuk mendeteksi infeksi yang disebabkan parasit Toxoplasma, virus Rubella, virus Cytomegalo (CMV) dan virus Herpes yang bila menyerang pada perempuan di masa kehamilan, karena dapat menyebabkan keguguran, kelainan pada janin (cacat janin) dan kelainan prematur.